Keberadaan sebuah paket mencurigakan di pusat kota San Francisco, Amerika Serikat, membuat jalanan di sekitarnya sempat ditutup. Kantor Twitter yang berada di dekatnya pun ikut terkena imbas.
Setelah diamankan, polisi melakukan investigasi terhadap paket tersebut, kemudian melakukan penyisiran lokasi. Beruntung, paket itu tidak berbahaya.
"Bukan bom. Jika isinya perangkat yang berbahaya, investigasi yang kami lakukan akan lebih lama dan pastinya ada hal lain yang kemungkinan terjadi," kata Sersan Michael Andraychak, seperti dikutip dari Re/Code, Kamis (10/9/2015).

Departemen Kepolisian San Francisco mengonfirmasi, pihaknya menerima laporan soal paket mencurigakan pada pukul 9.45 pagi Rabu (9/9/2015) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan jalan serta kemunculan mobil dan truk pendeteksi bom di sekitar Market Street sempat membuat khawatir para pengguna jalan. Banyak warga yang melintas memposting foto dan melakukan live streaming Periscope melaporkan kejadian tersebut.

Juru bicara Twitter mengatakan pihaknya tidak sampai mengevakuasi stafnya, karena situasi dinilai masih aman. Sementara Walgreens yang gedungnya bersebelahan dengan Twitter merasa perlu mengevakuasi karyawannya.
Selain Twitter, wilayah Market Street adalah tempat di mana sejumlah perusahaan teknologi berkantor. Ada Uber, perusahaan teknologi pembayaran Square, sampai layanan kencan online Zoosk.
Tak hanya itu, dalam jarak dua blok dari lokasi adalah gedung Bill Graham Civic Auditorium, tempat Apple sedang meluncurkan produk terbarunya.