Henry Jufri (32), pria yang sehari-hari menjadi kuli barang di Pelabuhan Makassar, piawai merakit aplikasi berbasis Android. Dari keahliannya, Henry yang mengenyam pendidikan hanya sampai kelas IV sekolah dasar ini mampu meraup rata-rata ratusan hingga seribuan dolar per bulannya.
Henry ditemui detikcom di rumahnya, jalan Sabutung Raya, Makassar, Selasa (1/9/2015). Ia mengaku dari beberapa aplikasi yang dirakitnya pada bulan Juli lalu mendapat transferan dari Google di Singapura sebanyak $1.175 atau jika dirupiahkan sebesar Rp 16.500.000 dengan kurs Rp 14.000. Sementara pada Agustus ini penghasilannya menurun menjadi $ 800.
Henry mengaku belajar membuat aplikasi game berbasis Android dari kawan-kawannya di komunitas Android Developers Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum rutin membuat aplikasi, saya lebih dulu menjadi blogger dan aktif di komunitas internet marketing Makassar. Di komunitas ini kita saling berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar manfaat internet," ujar Henry yang pernah 3 tahun menjadi TKI ilegal di perkebunan kelapa sawit di Malaysia ini.
Meski telah mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup menghidupi istri dan dua bocahnya ini, Henry enggan meninggalkan profesi sebelumnya sebagai kuli barang di pelabuhan.
"Penghasilan sebagai kuli angkat barang penumpang tidak menentu, tergantung jumlah penumpangnya, rata-rata sekitar Rp 2 juta per bulannya," tutup Henry. (jsn/ash)