Layanan sewa rumah atau kamar via internet seperti Airbnb belakangan ngetren karena lebih murah dari hotel. Tapi mereka yang berniat menyewakan tempat tinggalnya harap hati-hati memilih penyewa. Bisa-bisa malah kemalingan barang-barang berharga seperti yang terjadi di San Francisco ini.
Kepolisian di kota Amerika Serikat itu memburu seorang penyewa bernama Jana Dominquez. Dia berhasil kabur setelah mencuri harta senilai USD 35 ribu atau di kisaran Rp 475 juta dari rumah yang disewanya melalui website Airbnb.
Pemilik rumah yang tak disebut identitasnya, melengkapi rumahnya dengan kamera keamanan. Kini, rekamannya diserahkan pada polisi untuk kepentingan penyelidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebutkan harta apa saja yang dilarikan Jana. Tapi kabarnya saat ini, Jana sudah tertangkap terkait kasus lain sehingga memudahkan polisi.
Pihak Airbnb menyesalkan kejadian tersebut. Mereka mengatakan kalau kasus semacam itu sangat langka dan berjanji membantu aparat. Tapi tidak disebutkan apa kompensasi yang akan diberikan pada pemilik rumah.
"Lebih dari 45 juta tamu dan pemilik tempat tinggal memiliki pengalaman positif di Airbnb dan situasi seperti ini sangat langka. Jikalaupun terjadi, kami bekerja cepat untuk menyelesaikannya," kata Airbnb.
"Tim kami telah berkomunikasi dengan pemilik rumah dan tamu ini sudah dimasukkan daftar hitam secara permanen. Kami juga membantu aparat dalam investigasi mereka," tambah Airbnb.
Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Kanada. Pasangan Mark dan istrinya menyewakan rumahnya di Calgary, Kanada melalui Airbnb. Tapi sepulangnya, rumah mereka porak poranda setelah digunakan sebagai tempat cabul.
Di New York, sempat heboh juga peristiwa semacam itu. Korban bernama Ari protes ke Airbnb karena apartemennya menjadi tempat pesta cabul.
(fyk/yud)