Dorsey memang bukanlah CEO tetap Twitter, sepeninggal Dick Costolo yang lengser beberapa waktu lalu. Meski demikian, mau tak mau, Dorsey tetap memegang kendali, termasuk saat harus melakukan earning call dengan para analis setelah kinerja keuangan Twitter keluar.
Hasilnya, laporan bisnis Twitter bisa dibilang 'tak bisa diterima', Dorsey pun dengan lantang menyuarakan kekecewaannya. "Saya tidak menyukainya," ujar sosok yang juga menjadi salah satu pendiri Twitter tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
-. Memastikan eksekusi produk dengan lebih disiplin.
-. Menyederhanakan layanan.
-. Melakukan komunikasi yang lebih baik untuk menaikkan value perusahaan.
Mimpi Dorsey terhadap Twitter sejatinya masih tinggi. Situs 160 karakter itu diharapkan dapat diakses dengan mudah, bermanfaat bagi dunia dan jadi 'burung' pembawa informasi yang dibutuhkan.
"Kita (Twitter-red.) jangan cuma menjadi jendela dunia, tetapi juga menjadi 'mikrofon' (alat penyampai pesan-red.) di dunia," lanjutnya.
"Jika sudah bisa mencapai ekspektasi ini -- maka kita (Twitter-red.) akan jadi hal pertama yang dilihat setiap orang saat mengawali hari (bangun tidur-red.)," Dorsey menandaskan.
Dalam laporan bisnisnya, Twitter tercatat memiliki 304 juta pengguna di kuartal II 2015, naik sedikit dari jumlah 302 juta di kuartal sebelumnya. Perlambatan ini rupanya sangat mencemaskan investor meskipun dari sisi keuangan, Twitter menunjukkan perbaikan.
Twitter pun ingin mencari solusi agar penggunanya bertambah banyak. "Kami memang belum mengkomunikasikan secara jelas apa value unik dari Twitter. Dan hasilnya mereka yang belum memakai Twitter masih bertanya mengapa mereka harus menggunakannya," kata Chief Financial Officer Twitter, Anthony Noto.
Dari sisi keuangan, pendapatan Twitter sebenarnya naik 61% menjadi USD 502,4 juta yang terutama didapatkan dari iklan. Tapi mereka tetap membukukan kerugian USD 136,7 juta
Selain ditinggal Dick Costolo, Twitter juga baru saja kehilangan dua pejabat pentingnya. Product Manager Todd Jackson pindah ke Dropbox. Sedangkan Christian Oestlien, Vice President of Product Management hengkang ke YouTube.
Β
Ya, semoga saja harapan Dorsey bisa direalisasikan sehingga kepak sayap Twitter semakin kencang untuk kemudian dapat melesat lebih cepat, bukan malah cuma menjadi mimpi di siang bolong.
(ash/ash)