Meski Twitter dikenal dengan reputasinya mendominasi live event, Chief Executive Officer Instagram Kevin Systrom berpendapat bahwa karakteristik layanan Twitter yang berbasis teks punya kekurangan.
Menurut Systrom seperti dilansir New York Times, Rabu (24/6/2015), kata-kata saja tidak banyak membantu menggambarkan apa yang sedang terjadi dan membuat orang ikut merasakannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan update terbaru ini, Instagram menyajikan lebih dari 70 juta foto dan video yang diposting setiap harinya. Mulai dari event seperti konser terbaru Taylor Swift sampai peristiwa meninggalnya James Horner, composer ternama film Titanic .
"Kami membuka kemampuan baru di dunia. Ini memungkinkan komunitas kami terhubung ke dunia ketika peristiwa terjadi," kata Systrom lagi.
Untuk saat ini, fungsi tersebut baru bisa ditemukan pada tombol Explore di aplikasi Instagram versi Amerika. Saat mengaksesnya, pengguna akan melihat foto-foto terbaik dari event atau tempat menarik di wilayah dan negara mereka, mengingat cara kerjanya ditentukan oleh algoritma lokasi Instagram.
Instagram juga meningkatkan fungsi pencarian menjadi lebih mudah menemukan foto dan video yang terkait dengan topik yang diminati pengguna. Namun belum diketahui kapan fungsi ini diperluas bagi seluruh pengguna.
Ambisi Instagram mengalahkan Twitter bukan sesuatu yang mustahil. Dari segi jumlah pengguna, jejaring sosial berbagi foto tersebut saat ini sudah menyusul Twitter dengan tembus 300 juta. Angka ini tentunya masih terus bertambah seiring pertumbuhannya.
(rns/ash)