Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kerja Kreatif Tanpa Dikejar-kejar Jam Kantoran ala Nightspade

Kerja Kreatif Tanpa Dikejar-kejar Jam Kantoran ala Nightspade


Penulis: Muhammad Sufyan - detikInet

Kru Nightspade (Ist.)
Bandung - "We are not working, We are crafting with creativity, passionate and happiness!". Barangkali, salah satu prinsip kerja Nightspade tersebut menarik diterapkan. Bahwa bekerja adalah bukan soal jam kantoran dengan segudang aturan dan konsekuensi.

Bagi CEO Nightspade Inas Luthfi, seumpama karyawan handal, bekerja itu adalah berkarya sekeping demi sekeping dengan penuh gairah (passion). Lalu, dibalur dengan kreativitas alias keinginan tampil beda, termasuk di dalamnya perasaan senang karena melakukan apa yang jadi hobi.
Β 
Bagi dia dan koleganya, usia kemudian tidak menjadi halangan berekspansi banyak dan jauh ke mana-mana selama prinsip bekerja di atas diterapkan. Terlebih, dalam bisnis digital global, ukuran normatif seperti formal legal, apalagi birokrasi, tidak pernah menjadi perhitungan!

β€œSebetulnya banyak perusahaan game dari luar negeri yang mengincar pengembang game lokal. Kami, di Nightspade, mengajak pengembang game lainnya agar terus berkarya kreatif penuh passion, seraya aktif berpromosi mengenalkan produknya di pasar internasional,” katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas prinsip-prinsip itulah, maka manajemen sumber daya manusia dibuat unik dan keren. Misalnya soal jam kerja, yang lebih ditekankannya adalah pencapaian target pekerjaan, dibandingkan rutinitas formal kerja Senin-Jumat dari jam 10 pagi hingga 3 sore.
Β 
Namun di sela itu, suasana santai dan kekeluargaan diterapkan seperti bisa sambil mengerjakan hobi pribadi. Salah satu caranya adalah setiap hari mereka makan siang bersama, karena makanan memang disediakan. Tak ketinggalan, bermain game online bersama. Akan tetapi, sekali lagi, setiap orang sudah diberikan ukuran dan tingkat pencapaian pekerjaan lengkap dengan tenggatnya.

Pendekatan informal itu pula yang membuat Inas cs kerap mengambil karyawan justru dari mereka yang pernah magang dan terbukti berbakat. Jika beradaptasi dengan baik, maka ketika lulus, mahasiswa yang pernah magang tersebut ditawari pekerjaan penuh waktu.

Alasannya, sebagaimana ditambahkan Garibaldy W. Mukti, Chief Marketing Officer Nightspade, game itu relatif tidak ada pelajarannya di kuliah, jadi akan sulit bagi mereka menerima karyawan yang benar-benar fresh graduate dan nihil pengalaman.

β€œSelain itu, kami di sini berusaha benar-benar terbuka, kalau ada masalah ya sharing bersama. Jadi, bisa diselesaikan bersama. Di situ senangnya, serasa di rumah jadinya,” tambah Gerry, yang aktif menjadi pembicara di berbagai helatan game developer ini.

Saat ini, sudah ada 16 karyawan berbagai latar belakang meski yang dominan lulusan teknik informatika dan desain komunikasi visual. β€œAda pula yang lulusan teknologi pangan, tapi sekarang jadi desainer grafis,” katanya, setengah tertawa. Ya, apapun kita, selalulah bekerja penuh passion!

*) Penulis, Muhammad Sufyan Abd. merupakan pemerhati bisnis digital dan Dosen Fak. Komunikasi Bisnis Telkom University.

(ash/ash)






Hide Ads