Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Prostitusi Online, Mati Satu Tumbuh Seribu

Prostitusi Online, Mati Satu Tumbuh Seribu


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

ilustrasi (ist)
Jakarta -

Indonesia dinilai sudah masuk dalam tahap darurat pornografi. Terlebih dengan segala kemudahan akses internet saat ini.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saking daruratnya pemerintah bahkan sampai membentuk tim anti pornografi dengan koordinasi lintas kementerian.

Mulai dari Kementerian Sosial untuk urusan sosialisasi dan edukasi masyarakat, hingga Kementerian Kominfo untuk urusan pemblokiran konten negatifnya di internet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari situs, di Kominfo begitu ada pornografi otomatis langsung terupdate dan terdelete," kata menteri Khofifah di Manokwari, Papua Barat.

Β 

Β 

"Tapi kalau yang dari Facebook atau Twitter harus terus didata karena itu perorangan. Berapa datanya, tanya sama Kominfo saja. Ada ribuan," lanjutnya saat ditemui usai peresmian proyek SMPCS bersama Presiden Jokowi.

Pornografi makin meresahkan karena sudah semakin parah dengan menjamurnya prostitusi online lewat social media. Dan penyakit masyarakat ini sulit dibasmi karena mati satu bisa tumbuh seribu.

"Jam 10 didelete, jam 11 muncul lagi. Selalu begitu," sesal Khofifah.

Ia pun tak ingin, dengan semakin meratanya akses pitalebar internet mulai dari kawasan barat hingga timur malah jadi menyuburkan praktik prostitusi online.

"Itu sebabnya saya ingin ajak kita semua bahwa kontrol sosial itu sangat penting. Mekanisme apapun kalau kontrol sosialnya longgar itu bisa kena angin," lanjut menteri.

"Jadi kontrol sosial itu dari keluarga inti, lingkungan sekitar seperti rumah, sekolah, komunitas, itu yang harus kita bangun."

"Sehingga kalau ada yang keluar dari norma-norma maka ada sosial punishment yang otomatis akan memberikan penjeraan bagi yang keluar dari norma sosial itu," pungkas Khofifah.

(rou/yud)







Hide Ads