Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Beda Kecanduan Medsos bagi Remaja & Orang Dewasa

Beda Kecanduan Medsos bagi Remaja & Orang Dewasa


- detikInet

Ilustrasi (gettyimages)
Jakarta -

Kecanduan media sosial memang bisa melanda siapa saja. Namun tahukah Anda, jika penyebab kecanduan media sosial antara remaja dan orang dewasa itu sangat berbeda.

Menurut psikolog Ratih Zulhaqqi, kecanduan bisa terjadi terhadap berbagai hal, termasuk untuk urusan penggunaan internet atau media sosial.

Namun intinya sama, kecanduan merupakan gangguan yang timbul karena melakukan aktivitas secara terus menerus dan melupakan aktivitas lain sehingga prioritasnya berubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab kecanduan ini pun berbeda sesuai tingkat kematangan. Ratih mengungkapkan, otak para remaja secara umum belum berkembang optimal. Sehingga ketika mendapat suatu hal -- misalnya beraktivitas di media sosial dengan melakukan texting atau posting apapun -- maka yang aktif hanya otak kiri.

"Di sini ada yang mempunyai efek residu. Jadi ketika setelah texting di media sosial dan aplikasinya sudah ditutup, maka di pikirannya mau buka lagi, buka lagi. Efek residunya tetap menempel. Lama-lama terjadi gangguan untuk membuka terus menerus, sehinggap dianggap kecanduan," jelas Ratih saat dihubungi detikINET, Selasa (20/1/2015).

Sementara untuk orang dewasa sejatinya sudah memiliki self control alias manajemen pengendalian diri yang lebih bagus. Jadi ketika ada gangguan yang menimbulkan kecanduan itu lebih kepada behaviour atau pengendalian dirinya yang salah.

"Kalau remaja, self control-nya itu belum bagus. Tetapi kalau orang dewasa kan harusnya punya regulasi diri. Nah, kalau regulasi dirinya jelek maka bisa masuk kategori gangguan," lanjutnya.

Lantas apa kecanduan media sosial ini bisa dibilang sebagai penyakit? Untuk hal ini Ratih tak bisa memberi konfirmasi lantaran isu tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut,

"Namun jika kecanduan ini ada pemicu ke tingkah laku dan pengaruh ke kehidupan yang lain, seperti sepanjang hari main internet tak mau makan, malas bergerak dan lainnya itu berarti sudah masuk gangguan," Ratih menandaskan.

(ash/fyk)





Hide Ads