Eits, siapa bilang? Buktinya, 30 anak sekolah dasar Cikal Cilendek bisa asyik bermain coding dan menciptakan sebuah aplikasi. Dalam workshop yang digelar Samsung bekerjasama dengan Coding Indonesia, tercipta 30 aplikasi dan game anak-anak, yang dibuat oleh anak-anak.
"Coding itu bukan cuma milik anak kuliahan. Saya justru menyadari bahwa semua pelajaran di SD, seperti matematika, variabel, logika di keseharian, semua adalah dasar dari coding. Anak-anak ini gak perlu nunggu sampai kuliah untuk coding, dari sekarang pun buktinya sudah bisa," kata Wahyudi, pendiri sekaligus pengajar Coding Indonesia yang ikut membimbing workshop anak-anak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buku-buku programming anak kuliahan malah sulit. Hal pertama yang diajarkan langsung teknis dan coding. Untuk anak-anak dimulai dengan pemahaman dan analogi yang sering ditemui dalam keseharian," paparnya.
Wahyudi menekankan bahwa hal pertama yang penting adalah pemahamannya dulu. Yaitu pemecahan masalah. Si anak punya masalah apa, hal apa yang disukai dan bagaimana cara pemecahan masalahnya.
"Pendekatan kita adalah problem solving. Case-nya apa, diwujudkan dalam sebuah aplikasi yang bisa solve problem," simpulnya.
Ditambahkannya, jika sejak kecil sudah belajar coding, bukan berarti setelah besar anak-anak ini harus jadi developer. Ilmu coding sendiri menurutnya bisa bermanfaat dan diaplikasikan ke berbagai bidang.
(rns/ash)