CEO WhatsApp Jan Koum menjalani hidup bagai mimpi. Dari seorang imigran miskin asal Ukraina yang mengadu nasib di Amerika Serikat, ia sudah kaya raya. Facebook membeli WhatsApp ciptaannya senilai USD 19 miliar.
Tapi memang tidak ada manusia yang sempurna. Sebuah dokumen pengadilan menyebutkan bahwa Koum pernah melakukan tindakan tidak menyenangkan pada pacarnya.
Sang pacar menuduh kalau Koum bertingkah tidak wajar semenjak mereka putus. Koum sering mengancamnya secara fisik dan mental. Bahkan Koum masih sering berusaha mendekatinya di kampus atau rumah meskipun sang mantan sudah tidak mau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa itu memang sudah lama berlalu, tepatnya pada tahun 1995. Saat itu, Koum masih berusia 19 atau 20 tahun.
Dikutip detikINET dari Business Insider, Selasa (21/10/2014), Koum akhirnya diputuskan bersalah oleh pengadilan. Sebagai akibatnya, dia dilarang mendekati sang mantan pacar karena ulahnya dianggap mengancam.
Menanggapi kasus yang kembali diungkit tersebut, Koum pun meminta maaf. Dia mengaku bertingkah buruk pada masa tersebut.
"Aku merasa irasional dan bertingkah buruk setelah kami putus. Aku malu kelakuanku memaksa dia melakukan langkah hukum," kata Koum.
"Selama bertahun-tahun, aku selalu memikirkan soal periode sulit dalam hidupku itu. Aku punya banyak penyesalan dan aku berharap bisa memutar waktu untuk mengubahnya, tapi aku juga bekerja keras dan memperbaiki diriku," lanjut Koum.
"Aku mencoba untuk menjadi pasangan dan teman yang baik. Aku menyesal sekali soal episode itu tapi aku belajar banyak dan secara jujur bisa mengatakan kalau apa yang terjadi hampir 20 tahun lampau itu tidak secara akurat merefleksikan siapa aku sekarang," paparnya panjang lebar.
Sang mantan pacar sendiri tidak disebut identitasnya. Ia menolak berkomentar soal kasus ini ketika dihubungi.
Baca juga: Pendiri WhatsApp: Miliuner yang Hidup Sengsara
(fyk/ash)