Gegap gempita pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo serta Jusuf Kalla memunculkan harapan baru bagi bangsa ini, tak terkecuali kalangan industri dan masyarakat teknologi informasi komunikasi alias ICT.
Presiden Indonesia ke-7 ini sendiri, dikenal publik melek teknologi jika dibandingkan para pendahulunya. Wajar, banyak yang berharap kepemimpinan Jokowi dalam lima tahun ke depan akan turut membawa perubahan di bidang teknologi.
Calon Menteri Komunikasi dan Informatika pun menjadi sorotan. Harapannya tentu saja agar Jokowi memilih orang yang tepat untuk mengerjakan 'PR' di sektor ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kampanye
|
|
Untuk pertama kalinya, Pemilu di Indonesia menghadirkan tim-tim khusus yang serius menangani media sosial, baik dari pasangan Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta.
Jokowi, didukung dengan tim sosial medianya, tahu bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil hati publik menuju kursi RI1. Baik di Facebook maupun Twitter, nama Jokowi menghebohkan internet. Bahkan saat pengumuman kemenangan Jokowi-JK, Twitter mencatat momen ini menjadi trending topic worldwide.
CEO Facebook Mark Zuckerberg yang beberapa waktu lalu bertemu Jokowi, terang-terangan mengaku terkesan dan memuji mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dalam bergelut dengan internet.
"Presiden terpilih (Jokowi) itu contoh sukses yang tahu bagaimana memanfaatkan internet dengan baik," kata Zuckerberg kala itu.
e-Blusukan
|
Jokowi dan Zuckerberg blusukan ke Tanah Abang (detikfoto)
|
Namun tentu saja Jokowi bakal kewalahan apabila harus blusukan ke seluruh nusantara. Untuk itu, Jokowi pun menggagas e-blusukan. Dengan memanfaatkan teknologi, blusukan Jokowi tak lagi harus datang langsung bertatap muka.
e-blusukan dirancang memanfaatkan media sosial. Twitter dan Facebook disebut Jokowi sebagai media sosial yang mungkin akan digunakan. Selain itu, Jokowi juga mempertimbangkan penggunaan aplikasi yang mudah diakses oleh masyarakat.
Ide blusukan virtual ini juga akan dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif digital. Bagi daerah yang belum dapat mengakses sosial media, Jokowi mengatakan akan tetap mendatangi secara langsung.
CEO Facebook Mark Zuckerberg yang beberapa waktu lalu berkunjung ke Indonesia, sempat memberi sejumlah masukan kepada Jokowi. Dia mengaku antusias memberikan bantuan dalam hal akses internet dan social media hingga ke pelosok jika diperlukan.
Memikat Developer Game
|
|
Sejumlah game tersebut antara Jokowi Kuis, Jokowi GO!, Jokowi Jumping dan Ayo Jokowi. Rata-rata game tersebut punya rating cukup populer yakni bintang empat. Artinya, respons para penyuka game pun cukup baik terhadap kehadiran game-game ini.
Di antara game-game tersebut, Jokowi Kuis besutan developer lokal, Tujuhapl termasuk yang paling populer. Hadir di platform Android, game ini mengasah pengetahuan tentang kehidupan Jokowi.
Aplikasi Jokowi Kuis saat ini sudah mencatat jumlah download 5.000. Game ini bisa didownload secara gratis melalui Google Play Store.
e-Procurement
|
|
"e-government, e-budgeting, e-procurement, e-catalog, e-audit, semuanya dibangun. Kalau itu dilakukan pemerintah pusat itu gampang. Saya tinggal tab saja, setiap saat bisa dilakukan. Panggil saja programmer, tidak ada dua minggu bisa dilakukan, kita harus optimis dan itu sudah kita lakukan dan sudah kita buktikan," kata Jokowi beberapa waktu lalu.
e-Procurement sudah dicontohkan Jokowi saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Pemesanan unit bus Transjakarta misalnya, menggunakan e-catalog. Dikatakan Jokowi kala itu, pengadaan barang dengan e-catalog bisa menghemat waktu, birokrasi dan biaya.
Pemerintah Jokowi-JK ke depannya memang meminta agar semua layanan yang sudah berbasis teknologi informasi, penguatan peraturan barang dan jasa, dan berbagai lainnya dapat terus ditingkatkan.
(rns/ash)