Berbagi Info Mudik via Zohib Messenger

Berbagi Info Mudik via Zohib Messenger

- detikInet
Rabu, 23 Jul 2014 12:03 WIB
Jakarta - Musim mudik lebaran tiba. Banyaknya kendaraan bergerak kerap mengakibatkan kemacetan, tabrakan dan lain-lain. Kementerian Kominfo berupaya membantu mengurai kemacetan dan mengurangi jumlah kecelakaan dengan menyediakan Zohib Messenger.

Bekerjasama dengan banyak pihak, Kominfo memfasilitasi penyebaran informasi ke para pemudik. Adapun penyebaran informasi dilakukan melalui media telekomunikasi, penyiaran dan internet.

Dari sisi telekomunikasi, informasi disebarkan melalui pesan singkat (SMS Blast) dengan bantuan operator telekomunikasi seluler di bawah koordinasi Pusat Informasi dan Humas Kominfo.

Media Penyiaran, dilakukan dengan Radio Siaran, dimana chanel frekuensi untuk masing-masing lokasi dapat dilihat pada leaflet yang diterbitkan oleh Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik.

Zohib Messenger, adalah penyebaran informasi yang dilakukan melalui aplikasi mudik lebaran yang dikembangkan oleh Direktorat Telekomunikasi Khusus bersama dengan Klik Indonesia. Aplikasi ini adalah layanan Over The Top (OTT), bekerja di atas ekosistem Klik Indonesia.

"Untuk edisi Lebaran Tahun 2014, aplikasi Zohib Messenger ditambah menu atau kanal khusus informasi mudik lebaran," demikian disampaikan Kementerian Kominfo melalui website resminya.

Dalam menu tersebut, pemudik bisa mendapatkan pushed info messages berbasis lokasi dalam radius 10 km seperti kondisi kemacetan lalu lintas atau kecelakaan.

Selain pushed info messages tersedia juga informasi yang bersifat interaktif yaitu lokasi Rumah Sakit, rest area, bengkel, pos polisi dan SPBU dalam radius 10 Km ditampilkan secara embedded pada peta/map.

Pengguna dapat juga melihat kondisi realtime lalu lintas melalui CCTV yang tersedia dalam radius 10 Km dalam format video atau gambar. Aplikasi Zohib Messenger saat ini baru dapat digunakan di ponsel Android.

"Dengan dilakukan kegiatan penyebaran informasi lalu lintas pada saat musim mudik ini, diharapkan masyarakat akan mendapat kenyamanan dan keamanan sehingga kerugian moril, material dan korban jiwa dapat dikurangi," pungkas Kominfo.

(rns/ash)