Google Jagokan Jokowi, Microsoft Unggulkan Prabowo

Google Jagokan Jokowi, Microsoft Unggulkan Prabowo

- detikInet
Selasa, 08 Jul 2014 12:37 WIB
(ilustrasi/gettyimages)
Jakarta -

Dua raksasa mesin pencarian, Google dan Bing, menempatkan dua pasangan calon Presiden RI pada posisi berbeda. Sementara Google mengunggulkan pasangan Jokowi-JK, mesin pencarian milik Microsoft -- Bing -- mengunggulkan Prabowo.

"Berdasarkan pencarian kata kunci 'Jokowi' dan 'Prabowo', Google mengunggulkan Jokowi-JK 51,27% dan Prabowo-Hatta 48,73%. Sebaliknya Bing mengunggulkan Prabowo-Hatta 64% dan Jokowi-JK 36%," demikian diungkap peneliti social media yang juga CEO VComm Arif Hidayat.

Monitoring yang dilakukan dalam seminggu terakhir sejak tanggal 1-7 Juli 2014 ini juga memperlihatkan pemetaan wilayah di mana para pendukung masing-masing capres berada.

"Untuk Jawa Tengah didominasi oleh pencarian dengan kata 'Jokowi' sedangkan Jogjakarta didominasi dengan kata 'Prabowo', sebut Arif melalui email, Selasa (8/7/2014).

Fenomena ini menarik, karena sebelumnya, masih berdasarkan monitoring VComm pada Juni 2014, untuk pencarian di Google, Prabowo unggul dari Jokowi. Namun sejak 1 Juli 2014, posisi Jokowi berada di atas Prabowo.

Aktivitas monitoring juga dilakukan pada percakapan di social media seperti Twitter sampai Facebook. Hasilnya, tampak posisi pasangan Jokowi-JK belum terkalahkan.

"Monitoring selama satu minggu terakhir, netizen share untuk Jokowi-JK 58,6% dan Prabowo-Hatta 41.4%," jelas Arif.

Lebih lanjut Arif menguraikan, jumlah tweet di Twitter selama seminggu untuk kedua pasangan capres mencapai 3.431.649 tweet. Kicauan untuk Jokowi sebanyak 2.010.140 dan Prabowo sebanyak 1.421.509.

Ditambahkannya, kicauan tertinggi untuk Jokowi–JK terjadi pada rentang waktu 16 – 29 Juni dengan netizen share 62,5%. Meskipun banyaknya serangan ditujukan pada pasangan Jokowi-JK, Arif melihat dukungan netizen kepada pasangan ini tidak akan berubah jauh.

"Hingga menjelang hari pencoblosan, angka dukungan kepada Jokowi tidak akan berubah banyak, angka masih berkisar 57% – 60%," prediksinya.

(rns/ash)