Ada pola tertentu yang digunakan oleh para predator untuk mendekati korban, merayunya, hingga kemudian menjebaknya. Umumnya mereka berpura-pura menjadi teman curhat, dokter, psikolog, atau apapun yang dianggap ramah dan aman bagi anak-anak.
Setelah korban percaya dan merasa akrab, si predator akan melancarkan aksinya. Mulai dari memancing-mancing dengan percakapan cabul, hingga terang-terangan meminta foto-foto vulgar. Selanjutnya, bukan tidak mungkin mengajak korban bertemu langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(up/rou)