Menurut sebuah laporan, kedua raksasa teknologi ini terus bekerja keras meningkatkan fitur yang ada di asisten pribadi virtual mereka. Keduanya menghabiskan jutaan dolar AS agar layanan ini semakin mengerti bahasa manusia.
Google Now tengah digarap agar lebih bisa mengantisipasi informasi yang dibutuhkan oleh penggunanya. Misalnya, saat pengguna membaca email dan melihat agenda di kalendernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana dengan Siri? Apple pun tak mau kalah. Setidaknya ini bisa menjelaskan mengenai keputusan Apple untuk membeli startup Topsy dengan banderol USD 200 juta. Jumlah yang sangat besar untuk perusahaan yang baru berkembang.
Startup ini menawarkan layman social media search dan analitik. Topsy yang menawarkan analisa kicauan di Twitter dibeli oleh Apple untuk mengusik Twitter di layanan mikroblogging.
Selain untuk memperluas layanan jejaring sosialnya, pembelian ini diyakini agar pencarian yang diinginkan oleh pengguna Siri bisa lebih mengerti dari sebelumnya, karena pencarian yang lebih luas.
Dengan hanya 15% dari pemilik iOS yang menggunakan Siri, Apple perlu membuat layanan lebih berguna dan prediktif.
Adapun Google, saat ini sedang menyusun daftar informasi sehingga ketika pengguna Google Now mengajukan pertanyaan yang tidak ada algoritma, layanan ini akan memberikan jawaban langsung daripada mengirim pengguna ke hasil pencarian.
(tyo/rou)