Hal itu tengah didalami Facebook bersama sebuah lembaga riset. Proyek ini akan mengumpulkan semua data untuk mengungkap kemungkinan seseorang melakukan bunuh diri berdasarkan aktivitasnya di jejaring sosial tersebut, misalnya update status, check-in lokasi, chatting dan sebagainya akan dikumpulkan dan dianalisa.
Data hasil penelitian itu rencananya akan disimpan di Geisel School of Medicine untuk diolah dari sisi medis. Paul Thompson, salah satu tim riset dari instansi tersebut mengklaim, sudah membangun infrastruktur khusus untuk menjaga keamanan data 'titipan' tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data dari Facebook itu akan diolah dengan aplikasi cerdas yang mampu menganalisa dan memonitoring prillaku secara statistik dan real time. Data ini yang kemudian dipakai untuk menyimpulkan apakah orang tersebut sudah mulai menjurus keprilaku yang berbahaya, seperti bunuh diri.
Seperti dikutip detikINET dari Sophos, Rabu (10/7/2013), hasil percobaan tersebut mampu menunjukan 65% prediksi yang akurat. Namun proyek ini masih terus dikembangkan untuk menemukan pola-pola lain.
(eno/ash)