Padahal, pada fitur pencarian tersebut telah terselip tombol 'infringement' yang bila diklik, akan menunjukan sejumlah aturan yang harus dipatuhi pengguna dalam menggunakannya.
Meski demikian, kebijakan tersebut sepertinya hanya dianggap angin lalu. Disinyalir tidak ada satupun pengguna fitur pencarian Mega yang mengindahkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari Venturebeat, Kamis (31/1/2013), ini tentu saja memungkinkan film bajakan dan konten porno dapat dengan mudah mudah ditemukan menggunakan kata kunci yang tepat.
Menurut sejumlah pengamat, bila Mega tidak melakukan tindakan nyata terkait kebebasan di fitur pencariannya, bukan tidak mungkin situs milik Kim Dotcom itu bakal berhadapan dengan aparat hukum untuk kedua kalinya.
(rns/fyk)