Era media sosial dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kandidat presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Mitt Romney. Tim kampanye keduanya berupaya keras mempopulerkan kandidat di situs seperti Facebook atau Twitter.
'Perang' di jejaring sosial sejatinya sudah marak tahun 2008 ketika Obama melawan John McCain. Kala itu, beberapa pihak menilai kemenangan Obama sedikit banyak dibantu kampanyenya yang ciamik di media sosial.
"Obama memberi perhatian besar pada internet untuk terlibat dengan para pemilih sedangkan McCain mengabaikan hal tersebut," sebut Keneth Wisnefski, pakar marketing internet dari WebiMax yang detikINET kutip dari IBTimes, Selasa (6/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut riset, 88% pengguna media sosial di AS adalah pemilih terdaftar. Tak heran baik Obama dan Romney menggelar strategi khusus agar menang duel di media sosial dan menarik calon pemilih sebanyak-banyaknya.
Misalnya, tim kampanye Obama memposting sebuah video di Facebook yang menampilkan komedian terkenal Will Ferrel. Adapun Romney memposting video bahwa masa depan akan cerah jika ia terpilih.
Ditilik dari jumlah pengikut, Obama memang lebih unggul dibanding Romney, mungkin karena ia sudah lama berkiprah di media sosial. Di Facebook, halaman Obama mendapat sekitar 31 juta like, sedangkan Romney baru 12 jutaan like.
Sementara di Twitter, Obama sudah punya sekitar 21 juta follower dari seluruh dunia. Jauh meninggalkan Romney yang memiliki kurang dari 1,6 juta follower.
Apakah popularitas di dunia maya ini punya dampak besar dan berbanding lurus dengan di dunia nyata? Tunggu saja hasilnya dalam pemilu 2012 Amerika Serikat yang segera berlangsung.
(fyk/ash)