Untungnya, para mahasiswa tersebut tidak sedang dalam periode kuliah, karena tengah libur semester. Sehingga aktivitas ini tidak mengganggu urusan belajar mereka.
Menurut laporan Shanghai Daily, dengan merekrut para mahasiswa tersebut, Foxconn cukup berhasil mengatasi kebutuhan mereka akan karyawan. Terlebih mahasiswa yang direkrut berasal dari berbagai universitas di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang mahasiswa jurusan komputer di Institut Teknologi Huayin mengatakan bahwa lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai universitas telah diajak untuk terlibat di pabrik Foxconn.
Mereka mulai bekerja pada lini produksi Kamis lalu dengan bayaran 1.550 yuan atau sekitar USD 243,97 per bulan. Sehari-hari mereka harus mampu bekerja selama 12 jam kerja selama enam hari dalam seminggu.
Salah seorang mahasiswa sempat menyebutkan keterlibatan pemerintah setempat dalam meminta bantuan kepada universitas. Sayangnya, Foxconn dilaporkan tidak meminta ijin orang tua mahasiswa dan tidak menyediakan perjanjian tertulis yang bisa menguatkan posisi pekerja part time tersebut.
Foxconn sendiri telah berkomitmen untuk membangun dua pabrik di Indonesia yang akan dimulai pembangunan pada akhir tahun 2012 dan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2013 nanti. Adapun nilai investasisinya mencapai USD 10 miliar atau kurang lebih Rp 95 triliun.
(ash/ash)