Sejumlah komputer dan barang pribadi senilai lebih dari USD 60 ribu, atau sekitar setengah miliar rupiah, telah dicuri dari rumah pendiri Apple yang bertempat di Palo Alto, California Utara, AS.
Sebenarnya, menurut Wakil Jaksa Scott Tsui dari Santa Clara County, aksi pencurian yang berlangsung 17 Juli 2012 di daerah Palo Alto ini hanyalah pencurian biasa. Namun karena yang kemalingan adalah rumah dari orang terpandang, kasus ini jadi ramai.
"Saya belum pernah sesering ini ditelepon banyak orang," akunya seperti detikINET kutip dari news.com.au, Rabu (15/8/2012). "Selain fakta yang melibatkan pencurian di rumah tuan Jobs, ini hanya kasus pencurian biasa."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia telah dipenjara dengan jaminan USD 500 ribu sambil menunggu sidang pengadilan dilaksanakan 20 Agustus mendatang. Menurut Jaksa, McFarlin akan menghadapi tuntutan delapan tahun penjara jika dinyatakan bersalah. Namun pihak berwenang yakin, McFarlin tak menyadari telah membobol rumah Jobs.
"Saya dapat membayangkan, tersangka akhirnya menyadari bahwa yang dibobolnya bukan hanya sekadar rumah biasa di Palo Alto," kata Tsui berbicara tentang rumah yang dulunya dihuni co-founder Apple Inc sebelum menutup usia di angka 56 tahun tersebut.
Kawasan Palo Alto di California memang kurang aman belakangan ini. Dalam enam bulan terakhir di 2012 ini telah terjadi lonjakan kasus perampokan rumah, lebih dari 100 kejadian seperti dilaporkan pihak kepolisian setempat.
Meskipun berstatus pendiri Apple, rumah Steve Jobs almarhum nyaris tak berbeda dengan rumah tetangganya di pemukiman 'sederhana' itu. Pihak berwenang menduga tujuh kamar tidur rumah itu menjadi sasaran karena sedang direnovasi dan luput dari penjagaan. Rumah Jobs diyakini sedang kosong saat terjadi perampokan.
(rou/rou)