"Anda bisa mengatakan bahwa dia sudah mengalami neraka di bumi ini," kata Chrystal Whalon, bibi korban dalam wawancaranya dengan CNN.
Crystal tidak pernah menyangka keponakannya bisa mengalami celaka kala mengakses Facebook. Dia berkisah sang keponakan yang tinggal di Houston itu chatting online dengan orang asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya, mereka membawanya ke lokasi tersembunyi dan dia dijual seperti seorang pelaku prostitusi," kata Crystal yang dikutip detikINET dari CNN, Kamis (31/5/2012).
Sang keponakan hilang sekitar 2 hari. Ia akhirnya ditemukan setelah berhasil dilacak via GPS yang menyala di ponselnya. Polisi pun sedang mengusut kasus tersebut dan mencari bukti terkait untuk membekuk tersangka.
Polisi pun mewanti-wanti orang tua mengawasi buah hatinya agar tidak jatuh ke tangan penjahat yang beroperasi via internet. "Semua anak punya risiko semacam ini. Dekatlah dengan anak Anda, jangan pikir ini tak mungkin terjadi padanya," kata detektif Joe Pridgeon.
(fyk/rns)