Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Saham Facebook 'Lemah', Investor Kecewa

Saham Facebook 'Lemah', Investor Kecewa


- detikInet

Ilustrasi (reuters)
Jakarta - Hiruk pikuk bursa Wall Street AS menyambut melantainya saham Facebook terhenti. Dalam perdagangan perdananya, saham perusahaan jejaring sosial ini tak menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

Di awal pembukaan perdagangan, saham Facebook sempat naik 11% ke level USD 38,23 per saham, dan naik terus menjauhi harga perdananya USD 38 per saham. Banyak investor yang memprediksi saham ini bakal melejit di hari pertama perdagangannya.

Lebih dari 576 juta lembar saham Facebook ditransaksikan pada pembukaan perdagangan, yang menyebabkan volume perdagangan saham di Wall Street tembus rekor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di akhir perdagangan, kenaikan saham Facebook malah melemah dan 25% saham yang diperdagangkan di bursa malah dijual investor. Saham berkode 'FB' ini hanya naik 37 sen atau 0,97% di atas harga perdananya USD 38 per lembar, atau di bawah ekspektasi investor.

"Banyak orang yang tidak senang di luar sana dengan hasil tersebut. Mereka sangat berharap saham Facebook dapat bergerak lebih baik lagi. Saya berani bertaruh banyak pelaku pasar yang kecewa akan hasil ini," jelas analis Wayne Kaufman seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/5/2012).

Namun dari perspektif Facebook, pergerakan ini mencerminkan harga saham IPO yang ditentukan USD 38 per lembar sudah sangat tepat.

Dengan harga IPO USD 38 per lembar saham, Facebook memecahkan rekor pendapatan dalam sejarah 100 kali lebih tinggi, melawan Apple yang hanya 14 kali dan Google inc's 19 kali.

Facebook menjadi perusahaan jejaring sosial paling mahal dalam sejarah IPO perusahaan web AS, mengalahkan nilai Google pada 2004 yang mencapai US$ 23 miliar.

Facebook diperdagangkan dengan kode FB di Nasdaq. Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg masih jadi pemegang saham mayoritas.


(dnl/ash)





Hide Ads