Diungkapkan Direktur Industri Elekronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenprin) C Triharso, pada tahun 2011 lalu saja, dari 44 juta ponsel yang masuk ke Indonesia cuma sedikit besutan lokal. Itu pun tidak benar-benar sentuhan asli Indonesia alias disebut merek lokal tapi buatan China.
"Di Indonesia industri seperti perangkat telematika atau konten dan aplikasi sudah ada. Akan tetapi belum tumbuh," kata Triharso, di sela-sela acara ICT Expo 2012, di JCC, Kamis (3/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah dapat curhat, ada pembuat software yang ingin menawarkan produknya ke perbankan. Saat itu si bank minta agar perusahaanya menggandeng perusahaan asing biar lebih menyakinkan," ceritanya.
Ini yang disesalkan olehnya, padahal industri telematika menjadi industri yang dijagokan pemerintah selain industri transportasi. Sesuai dengan Peraturan Presiden no 28 tahun 2008.
Direktur IT Solution & Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo menambahkan, posisi ICT di Indonesia begitu penting. Sebab, wilayah ini dapat menarik investor untuk mengucurkan modalnya. Namun tentu saja, hal itu juga harus didukung berbagai elemen, termasuk di antaranya infrastruktur dan lainnya.
"Ketersediaan infrastruktur ICT modern dan handal berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. ICT menjadi prasyarat dalam membuka investor," kata Indra, dalam acara ICT Expo 2012 yang berlangsung 3-5 Mei 2012.
Dalam pameran ini bisa ditemui berbagai macam booth yang terkait ICT, mulai dari telkomunikasi, software dan serta berbagai seminar.
(ash/ash)