Anggota BRTI Heru Sutadi mengaku tak ambil pusing jika pihaknya benar-benar tak diundang Google saat menancapkan bisnisnya di Indonesia, asalkan perusahaan internet itu memenuhi kewajibannya.
"Ya kan tidak setiap orang buka kantor kita harus datang atau harus diundang. Kerja kita kan mengatur, mengawasi dan mengendalikan industri, bukan datang-datang undangan," ujarnya pada detikINET, Senin (26/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam daftar undangan khususnya, hanya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Menteri Perdagangan yang diundang untuk peresmian bersama Managing Director Google Asia Tenggara, Julian Persaud.
"Mungkin mereka belum tahu BRTI apa. Kita juga nggak minta-minta diundang kok. Kita juga sedang sibuk," tampik Heru.
Sebagai perusahaan yang memiliki inti bisnis di internet, Google jelas akan berhubungan dengan Kementerian Kominfo dan BRTI nantinya. Namun, kedua institusi ini nampaknya tak begitu mendapat perhatian khusus dari Google.
Heru sendiri mengakui, baik pihak Kominfo maupun BRTI, belum pernah diajak bertemu untuk memaparkan rencana bisnis Google di Indonesia. Google lebih memilih untuk 'permisi' kepada kementerian yang lain dalam upayanya menggarap pasar usaha kecil menengah (UKM) dalam business plan Bisnis Lokal Go Online (GIBO).
"Catatan kita sih, kalau mau investasi di Indonesia ya mereka harus jelas. Bukan cuma buka kantor perwakilan agar orang gampang pasang iklan di Google atau pakai cloud mereka untuk hosting yang ditawarkan ke UKM-UKM. Yang penting ada real investasi seperti bangun server di sini," pungkas Heru.
(rou/ash)