Lantaran tak setuju dengan aksi aborsi yang kian marak, seorang hacker meretas ke dalam sistem klinik penyedia layanan aborsi di Inggris.
Hacker bernama James Jeffery, 27 tahun, diketahui pada Rabu malam waktu setempat menyusup ke dalam situs British Pregnancy Advisory Service (BPAS) dan mengintip sejumlah data pengguna klinik tersebut.
Usai mendapatkan segelintir data, sang peretas pun mengancam bakal membeberkan data tersebut di internet. Sontak, hal ini bikin panik para wanita yang telah terdaftar di klinik aborsi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, Jeffery berhasil diciduk setelah kepolisian melakukan penelusuran melalui Twitter. Pelaku yang diduga aktivis penetang aborsi itu ternyata sempat berkicau sesaat setelah kejadian.
"British Pregnancy Advisory Service diserang karena mereka membunuh bayi yang belum lahir yang belum mempunyai hak. Ini pembunuhan," tulisnya.
Saat ini Jeffery tengah menjalani proses hukum atas tuntutan dua pelanggaran karena mengakses komputer secara tidak sah.
(/)