Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'

4 Petinggi Yahoo Mundur 'Berjamaah'


- detikInet

Jakarta - Perombakan di level pimpinan kembali terjadi di Yahoo Inc. Kali ini, giliran chairman Yahoo Roy Bostock yang bakal mengundurkan diri dari raksasa internet itu, diikuti oleh tiga orang direktur lainnya.

Tiga petinggi yang dimaksud adalah Vyomesh Joshi, Gary Wilson dan Arthur Kern yang semuanya masuk dalam jajaran dewan direksi Yahoo. Alhasil, untuk menambal pimpinan yang lengser ini, Yahoo cepat-cepat menunjuk veteran dari IBM Alfred Amoroso dan mantan COO eBay Maynard Webb sebagai direktur independent.

Dilansir Reuters, aksi mundur 'berjamaah' ini dinilai sebagai bagian dari perubahan besar-besaran yang kini tengah dilakukan Yahoo sejak kepemimpinan CEO baru Scott Thompson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, para petinggi yang lengser tersebut juga sudah terdesak oleh tuntutan dari para investor yang sudah tak sabar melihat kebangkitan bisnis Yahoo.

Hengkangnya Bostock ini sejatinya cukup mengejutkan. Sebab sosok ini sebelumnya begitu berkuasa hingga berani bertindak tegas dengan memecat mantan CEO Yahoo Carol Bartz lewat sambungan telepon.

Belum disebutkan siapa yang akan menjadi chairman Yahoo selanjutnya. Yang pasti, Bostock yang kini berusia 71 tahun untuk sementara akan tetap menjadi chairman sampai ada penggantinya.

Selain itu, dalam surat yang ia kirimkan, Bostock bersama tiga orang direktur yang bakal mundur tersebut memastikan tidak bersedia untuk dipilih kembali dalam pertemuan tahunan para pemegang saham berikutnya tersebut.

Entah telah direncanakan atau tidak, Yahoo belakangan memang tengah melakukan 'penyegaran' di level pimpinan strategisnya. Belum lama ini penyedia layanan internet itu kehilangan orang penting dalam perusahannya setelah sang pendiri, Jerry Yang, memutuskan untuk resign.

Sebelumnya, Yahoo merekrut Scott Thompson dari PayPal sebagai CEO barunya. Dimana untuk mendapatkan Thompson, Yahoo harus mengeluarkan biaya mencapai USD 27 juta.





(ash/sha)




Hide Ads