Rabu, 18 Jan 2012 14:49 WIB

Protes SOPA, Wikipedia Mulai Mogok Online

- detikInet
Jakarta - "Bayangkan dunia tanpa pengetahuan yang didapat cuma-cuma." Tulisan tersebut menyapa para pengakses Wikipedia.org sejak siang ini, Rabu (18/1/2012). Ini adalah respons resmi Wikipedia terkait dengan rencana pengesahan undang-undang anti pembajakan yang tengah digodok pemerintah Amerika Serikat (AS).

"Lebih dari satu dekade, kami menghabiskan jutaan jam membangun ensiklopedia terbesar dalam sejarah manusia. Kini, Kongres AS mempertimbangkan Undang-Undang yang akan secara fatal merusak internet yang terbuka dan gratis," lanjut Wikipedia dalam websitenya.

Ensiklopedia ini mogok online selama 24 jam pada hari ini, guna meningkatkan kesadaran para penggunanya akan pentingnya sumber informasi gratis dan terbuka.

Dua undang-undang yang tengah digodok tersebut, SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protect IP Act), rencananya akan segera disahkan Kongres AS dalam waktu dekat.

Namun hanya Wikipedia versi bahasa Inggris yang mogok, sementara Wikipedia versi bahasa lain, masih bisa diakses. Kendati demikian, Wikipedia versi bahasa non-Inggris tetap menampilkan seruan protes terhadap SOPA dan PIPA pada bar di atas halaman situsnya.

Wikipedia tidak sendirian. Ribuan website lainnya bergabung melancarkan protes. Sebagai contoh, situs milik organisasi pecinta lingkungan Greenpeace International yang memampang tulisan bernada menyindir: "Mohon maaf, Anda tidak diperkenankan membaca konten kami."

SOPA maupun PIPA, secara umum, nantinya akan memberikan hak kepada pemerintah AS untuk menyensor situs asing secara sepihak. SOPA juga memberikan pemegang hak cipta, hak melakukan upaya hukum melawan pemilik sebuah website dan operator, jika website tersebut dinilai memiliki fitur yang memungkinkan untuk memposting konten yang melanggar hak cipta.

Adapun para pendukung SOPA dan PIPA, datang dari kalangan industri hiburan dan Chamber Commerce AS. Mereka beragumen, pembajakan telah mengusik bisnis mereka sehingga perlu adanya UU semacam ini.




(rns/ash)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed