Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple Buka Lahan Penghasil Tenaga Matahari

Apple Buka Lahan Penghasil Tenaga Matahari


- detikInet

Jakarta - Awal tahun ini, Apple masuk dalam daftar perusahaan teknologi besar yang kurang ramah lingkungan. Memperbaiki reputasinya, data center Apple yang sebelumnya menggunakan energi batu bara kini coba dialihkan menggunakan tenaga matahari.

Juru bicara pejabat Carolina Utara menyebutkan, Apple saat ini tengah bersiap membangun solar farm atau lahan penghasil energi matahari yang berlokasi di dekat markas data centernya yang bernilai USD 1 miliar di Maiden, North Carolina, AS.

Fasilitas ini diharapkan bisa membantu Apple meluluhkan hati Greenpeace yang mengkritisinya beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Organisasi pecinta lingkungan ini mengkritik operasional cloud computing Apple yang dijalankan dari data center di Carolina Utara. Data center ini masih menggunakan sumber energi 'kotor' seperti batubara.

Seperti dilansir Guardian dan dikutip detikINET, Jumat (2/12/2011), perusahaan teknologi umumnya merahasiakan informasi tentang data center mereka dan energi yang mendayainya. Sebab ini menjadi sasaran empuk para aktivis lingkungan untuk menyorotinya.

Masalah penggunaan energi yang tak ramah lingkungan kian mengemuka dengan meluasnya cloud computing. Perusahaan besar seperti Apple, jor-joran menginvestasikan dana untuk data center yang besar guna mendukung layanan berbasis web mereka.

Google, American Express dan Facebook adalah perusahaan teknologi lain yang juga membangun data center di Carolina Utara.

Apple, adalah salah satu yang terbesar, dengan luas lahan data center sekitar 46 ribu meter persegi. Data yang dikemukakan Greenpeace mengemukakan, data center menyedot tiga persen pasokan listrik di Amerika Serikat.

(rns/ash)







Hide Ads