Langkah ini dilakukan Facebook setelah tim dari Data Protection Working Party di Luxemburg, Jerman menyoroti fitur ini.
Data Protection Working Party adalah organisasi yang memberikan saran ke Komisi Eropa mengenai segala hal yang berhubungan dengan privasi. Dan untuk diketahui, negara-negara di Eropa dikenal sangat peduli akan privasi dan keamanan internet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitur pengenal wajah menjadi sorotan setelah firma keamanan internet Sophos melaporkan banyak pengguna Facebook yang tidak tahu kehadiran fitur tersebut. Pasalnya, Facebook memang telah memungkinkan opsi tersebut tanpa pemberitahuan bahwa fitur tersebut aktif.
Hal ini dinilai Sophos telah secara diam-diam melanggar privasi online para pengguna Facebook. Terlebih, ini bukan kali pertama situs jejaring sosial nomor satu di dunia tersebut didera masalah privasi.
(rns/ash)