Data center Hamina yang sedang dibangun ini tidak akan menggunakan chiller pada sistem pendinginnya. Sebagai gantinya, air dari laut Baltik sengaja dialirkan untuk menjaga server tetap adem.
Dilansir Digital Trends dan dikutip detikINET, Minggu (29/5/2011), Google membayar USD 52 juta kepada pabrik kertas Summa yang memiliki lahan seluas 410 hektar itu. Dan disinilah, data center Google yang baru ini dibangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Air akan berjalan melalui empat sistem dan bertemu untuk 'bertukar panas'. Air yang menjadi penukar panas akan mendinginkan arus lain yang terpisah dan menuju ke data center.
"Kami meminimalkan dampak terhadap lingkungan di wilayah ini," kata Senior Director Google yang menangani konstruksi data center, Joe Kava.
Kabarnya, keseluruhan pembangunan struktur ini menelan biaya hingga USD 260 juta, ini sudah termasuk pembelian lahan. Namun Google menilai harga ini sangat pantas mengingat dalam jangka panjang, perusahaannya bisa menghemat biaya untuk pendingin secara signifikan.
Selain memanfaatkan air laut, data center Hamina juga kabarnya akan menggunakan tenaga angin dari Wind Park yang lokasinya tidak jauh dari data center.
(rns/ash)