Hasil survei yang dilakukan situs My Voucher Code menyebutkan, sekitar 55 persen dari 950 warga London yang ditanyai, mengatakan tidak menginginkan Transport for London (TfL), selaku pengelola operasional kereta bawah tanah di sana menggelar program ini.
Mereka yang menolak pemasangan WiFi, sekitar 48 persennya mengatakan sangat khawatir mengenai masalah privasi. Menurut mereka, bisa saja calon penumpang kereta lainnya mengintip data rahasia mereka melalui jaringan WiFi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika benar demikian, itu artinya klaim TfL yang sebelumnya mengatakan pemasangan WiFi ini akan disambut baik, bisa jadi salah.
"Akses ke perangkat mobile dan jaringan data semakin umum di dunia metropolis dan konsumen kami menyebutkan sangat menyambut baik hal ini," ujar juru bicara TfL beberapa waktu lalu.
Kabarnya, TfL juga tengah intens berdiskusi dengan penyedia solusi telekomunikasi asal China, Huawei, untuk memasang jaringan seluler di sepanjang jalur kereta bawah tanah saat perhelatan Olimpiade nanti.
Lagi-lagi, warga ibukota Inggris itu menolaknya. Survei terpisah memberikan kesimpulan, tiga perempat warga London menolak keberadaan layanan voice calling tersebut.
(rns/fyk)