Kalaupun si pengelola konten mengandaikan semua pemakai handset sudah memakai layar sentuh, bagi saya itu keliru. Saat ini, tanpa merujuk statistik, saya berani bilang bahwa ponsel layar sentuh tak sebanyak ponsel layar biasa. Penyaji konten harus menyesuaikan diri.
Tapi nanti dulu. Smartphone berlayar sentuh bakal semakin banyak, dan kian terjangkau, apalagi penetrasi Android kian meluas. Kalau sudah begitu isi WAP biasa jadi kurang menarik. Yang lebih dibutuhkan adalah aplikasi dan konten. Sebangsa aplikasi majalah Time untuk BlackBerry dan Android begitulah--di sini saya hanya membatasi smartphone "konvensional", bukan tablet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nielsen juga mengutip kesimpulan tim dari Universitas Alberta, Kanada: "sulit bagi pembaca untuk mencerna informasi rumit dari sebuah lubang intip".Β Kolom ini pun mungkin kelak harus punya versi ringkas 69 kata atau kurang.
Kalangan telekomunikasi Indonesia, seperti dilontarkan CEO XL Axiata Hasnul Suhaimi, dalam XL Award Jumat pekan lalu, juga sadar bahwa pasar akhirnya lebih membutuhkan layanan data, bukan suara. Tetapi siapa yang menyediakan aplikasi dan konten?
Dalam bayangan saya, jika dihubungkan dengan pemasaran, maka hasil pengeklikan spanduk pada sebuah aplikasi mestinya dilarikan ke sebuah aplikasi Indonesia yang ramah mobile, misalnya:
- polling dan kuiz yang menyenangkan
- e-coupon untuk diskon barang dan jasa (syukur kalau gratis)
- e-ticket yang andal
- pengunduhan lagu
- konten gambar dan teks ringkas
Tetapi bukankah aplikasi mobile untuk Twitter dan Facebook sudah bisa menjawab kebutuhan pelaporan oleh warga?
Ini tantangan bagi pengembang aplikasi lokal untuk menyediakan apa yang dimaui oleh orang Indonesia--termasuk games lokal yang asoy. Terobosan versi mobile infolalulintas.com (infoll.mobi), dari sisi keringkasan, layak disambut dan pastiΒ terus dikembangkan. Kalau nanti cukup via suara, sehingga tak mengganggu pengemudian, pasti lebih bagus. :)
Saya yakin Anda punya sejumlah daftar kebutuhan. Boleh tahu?
Β
![]() | Tentang Penulis: Antyo Rentjoko, dikenal juga dengan julukan Paman Tyo, adalah blogger di beberapa tempat yang mengagregasikan posting di antyo.rentjoko.net. Account twitter-nya adalah @pamantyo |
