Lagi Sakit, Jobs Diajak Dinner Obama

Lagi Sakit, Jobs Diajak Dinner Obama

- detikInet
Jumat, 18 Feb 2011 12:12 WIB
Jakarta - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dijadwalkan melangsungkan makan malam terbatas dengan para bos perusahaan TI dunia. Nah, dari deretan tokoh yang diundang, terselip nama CEO Apple yang belakangan dikabarkan tengah dalam keadaan sakit parah, Steve Jobs.

Jobs sejatinya tengah mengambil cuti lantaran masalah kesehatan yang cukup pelik. Bahkan, pria berumur 55 tahun itu belakangan dirumorkan tinggal berusia beberapa minggu lagi akibat digerogoti penyakit Kanker Pankreas.

Kabar terakhir menyebutkan, sebuah tabloid bernama National Inquirer memuat foto yang diklaim sebagai Jobs dengan kondisi tubuhnya terlihat memburuk. Tubuh tokoh di balik gadget fenomenal iPhone dan iPad ini terlihat lemah dan sangat kurus.

Rambutnya yang menipis menandakan jika Jobs sedang melakukan kemoterapi intensif melawan kanker. Foto itu sendiri diklaim dijepret pada 8 Feruari lalu. Kala itu, Jobs bersama istrinya berniat untuk sarapan sebelum pergi melakukan perawatan di Stanford Cancer Centre, California, Amerika Serikat. 

Entah Obama sudah mendapat update tentang kondisi kesehatan Jobs atau tidak. Yang pasti, pihak gedung putih mengagendakan kehadiran bos Apple itu untuk bertatap muka dengan Obama dalam sebuah acara dinner.

Dalam acara tersebut, hadir pula pendiri Faceboook Mark Zuckerberg, CEO Google Eric Schmidt, CEO Oracle Larry Ellison, CEO Yahoo Carol Bartz, CEO Twitter Dick Costolo, Chairman dan CEO Cisco Systems John Chambers dan lainnya.

Berbagai hal siap dibicarakan Obama dengan para pimpinan perusahaan TI kelas dunia tersebut. Mulai dari membicarakan soal persiapan dalam menyambut masa depan, memperkuat ekonomi AS, dukungan terhadap enterpreneur, serta menciptakan lapangan kerja.

"Selain itu, Presiden Obama dan para petinggi perusahaan tersebut akan berdiskusi terkait inovasi dan membicarakan komitmen investasi dalam riset dan pengembangan, pendidikan, serta clean energy," imbuh pihak Gedung Putih, dikutip detikINET dari AFP, Jumat (18/2/2011).
(ash/rns)