Menurut praktisi internet dan jaringan, Irvan Nasrun, aksi pembobolan dan deface ke sejumlah situs milik Malaysia tersebut merupakan reaksi yang terjadi begitu saja, tanpa direncanakan sebelumnya.Β
"Apa yang dilakukan oleh hacker Indonesia merupakan reaksi spontan karena ulah suporter Malaysia yang tidak sportif," tukasnya kepada detikINET, Selasa (28/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Indonesia jelas-jelas dirugikan, Irvan menghimbau, serbuan ke situs-situs Negeri Jiran sejatinya tidak harus dilakukan. Biarkan masyarakat dunia yang menilai.
"Sebab, kita harus tunjukkan ke seluruh dunia bahwa kita lebih baik dari Malaysia," ujarnya.
Sebelumnya, lebih dari 20 situs Malaysia dilaporkan telah kena permak para dedemit maya Indonesia. Sejumlah situs yang menjadi korban tersebut bahkan ada yang disusupi dengan foto pasukan Garuda yang tengah dipimpin Bambang Pamungkas.
Selain itu, aksi menyerbu situs Malaysia ini rupanya tak hanya dilakukan oleh pelaku yang asal Indonesia. Hacker Vietnam, yang negaranya sempat menjadi korban teror laser di Stadion Bukit Jalil pun melakukan aksi serupa dengan melampiaskan kekesalannya ke situs Malaysia. (ash/fyk)