Dalam rangkaian kegiatan Epson Environmental Press Tour, pada 8-11 Desember 2010, detikINET bersama beberapa media lain berkesempatan mengunjungi Kanbayashi Plant, yakni pusat daur ulang sampah elektronik milik Epson.
Bertempat di Kanbayashi, Nagano, Jepang, di sinilah Epson mendaur ulang berbagai komponen hardware seperti printer, scanner, proyektor, PC dan tentunya cartridge bekas, menjadi bahan mentah untuk diolah menjadi produk baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Kanbayashi Plant, media melihat secara langsung berbagai tahapan proses daur ulang. Pertama, cartridge dan komponen hardware dibongkar dan dipisah-pisahkan sesuai jenis materinya, yakni plastik, besi dan logam mulia.
Selanjutnya, materi tersebut dimasukkan ke dalam alat penghancur sesuai dengan jenisnya masing-masing. Bahan plastik lalu dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan. Untuk bahan logam, setelah dimasukkan ke dalam mesin penghancur akan menjadi logam yang dipadatkan.
"Untuk memastikan bahwa tidak ada logam yang tercampur dengan materi plastik, setelah dihancurkan serpihan plastik dimasukkan ke dalam air. Di sini akan terlihat materi logam akan tenggelam ke dasar wadah sedangkan materi plastik akan mengapung. Ini memudahkan pemisahan," kata staf Kanbayashi sambil menunjukkan alat besar pemisah plastik dan logam di hadapannya.
Setelah benar-benar terpisah, bahan-bahan ini selanjutnya dimasukkan ke mesin lain untuk mengubahnya menjadi bentuk serbuk. Staf Kanbayashi menyebutkan, jenis plastik tertentu diubah menjadi bahan plastik mentah berupa pelet plastik untuk diolah sebagai bagian komponen printer Epson.
Nah, bahan plastik ini, ternyata sebagian dikirim ke Indonesia. "Pelet plastik hasil olahan Indonesia lantas dikirim kembali ke sini. Kami mencampurnya dengan bahan plastik jenis lain untuk komponen hardware," terang staf Kanbayashi.
Lalu bagaimana dengan materi logam? Bahan ini selanjutnyaΒ dihancurkan di salah satu anak perusahaan Epson lainnya, Epson Atmix, untuk selanjutnya diolah menjadi komponen jam tangan Seiko. Sedangkan logam mulia menjadi bahan untuk produk semikonduktor.
Tak hanya itu, sampah elektronik ini juga disulap menjadi produk lain untuk produk seperti pulpen, penjepit kertas, mainan, dan lain-lain. Dengan demikian, sampah elektronik tersebut seluruhnya diolah menjadi produk baru, benar-benar tidak ada yang tersisa. Menarik bukan? (rns/ash)