Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kejar Kebutuhan Industri, Kurikulum IT Diperbaiki

Kejar Kebutuhan Industri, Kurikulum IT Diperbaiki


- detikInet

Bandung - Industri IT bergerak amat cepat. Kampus sebagai penyedia sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi kebutuhan industri keteteran. Mengejar kebutuhan industri, Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) pun memperbaiki kurikulum IT.

Ketua Aptikom, Profesor DR Richardus Eko Indrajit di sela-sela Musyawarah Nasional Aptikom di Hotel Horison Bandung mengatakan, kurikulum yang ada saat ini memang belum bisa menjawab kebutuhan industri yang sangat cepat berkembang. Karenanya pihaknya berusaha untuk mengimbangi laju pertumbuhan industri IT dengan memperbaharui kurikulum yang ada.

"Kita mencoba menjawab kebutuhan tersebut. Munas ini adalah salah cara bagi kami," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ditambahkan olehnya, saat ini sudah 10 persen dari total kurikulum IT sudah bisa mengadopsi kebutuhan dunia industri. Saat ini ada sekitar 150 sarjana IT tiap tahunnya. Walaupun secara kuantitas jauh lebih besar dengan negara-negara lain, tapi secara kualitas masih belum bisa bersaing.

"Dari sekitar 144 SKS yang ada kita bisa penuhi 10 persennya. Walaupun Dirjen Dikti telah memberikan keleluasaan bagi kita hingga 30 persen, tapi kita ambil dulu 10 persen. Bertahap lah," jelasnya.

Angka 10 persen yang dimaksudkan oleh Eko disini adalah dengan diperkenankannya mahasiswa untuk menambahkan keahlian lain di luar kampus. Misalnya dengan mengambil sertifikasi bidang tertentu.

"Sekarang sertifikasi bisa dimasukkan ke dalam kurikulum. Ini setidaknya bisa menjawab kebutuhan industri," katanya. (afz/fyk)






Hide Ads