Demikian diungkapkan oleh Rektor ITB Ahmaloka saat berbincang santai dengan detikINET, Senin petang (19/7/2010).
"Tidak punya usaha khusus untuk itu. Karena sudah sejak lama ITB di rangking 1 untuk Indonesia. Dan di tingkat Asean kita bersaing dengan University of Singapura dan Nanyang Unversity," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disusul kemudian oleh UI di posisi 2 untuk Indonesia, 4 di Asean dan peringkat 168 Dunia. Sedangkan UGM meraih posisi ke-3 di Indonesia, 16 di Asean serta peringkat 626 di dunia.
4ICU adalah sebuah lembaga perangkingan universitas. Dengan menggunakan metode pemeringkatan berdasarkan mesin pencari pendidikan tinggi nasional atau internasional.
4ICU melakukan review directory web universitas. Peringkat web didasarkan pada algoritma yang terdiri tiga web metrics yang saling tidak terikat. Sedangkan mesin pencari yang terlibat untuk menentukan kepopuleran web tersebut adalah Google Page Rank, Yahoo Inbound Links, dan Alexa Traffic Rank.
Tetap Perlu
Walaupun dirinya mengaku tidak terlalu berambisi mengejar peringkat, namun Ahmaloka berpendapat bahwa pemeringkatan tersebut perlu adanya.
"Tergantung melihatnya. Kalau untuk komunikasi dengan orang lain, menjaring mahasiswa asing, itu penting. Tapi perlu ditegaskan disini bahwa rangking bukan berarti menjadi tujuan utamanya. Itu adalah pengakuan masyarakat saja. Kita selalu ingin menjadi yang baik. Silahkan mas mengartikannya," paparnya.
Saat ini, universitas-universitas di Indonesia seolah berlomba untuk mendapatkan pengakuan dunia melalui lembaga-lembaga atau situs-situs pemeringkatan. Sebut saja www.topuniversities.com atau webometrics.info.
Di Webometrics, salah satu sistem ranking yang kerap jadi rujukan, ITB pun menempati posisi pertama untuk perguruan tinggi di Indonesia.
Hal ini sah-sah saja dilakukan. Dengan mendapatkan ranking, artinya universitas tersebut mendapatkan pengakuan dunia. Namun, Ahmaloka mengingatkan bahwa hal tersebut hanya bagian kecil saja dari keseluruhan sistem pendidikan yang baik.
"Kalau masyarakatnya sadar, di luar negeri yang dilihat malah bukan Universitasnya melainkan program studinya. Dan saya selalu katakan," tukasnya.
(afz/wsh)