Dalam sesi sharing UKM binaan I2TB di Green Cafe, Managing Director I2TB, Ferie Budiansyah mengaku proyek film animasi ini sebagai pembuktian akan kemampuan animator lokal.
"Kami tak mau hanya dijadikan konsumen untuk film-film animasi dari luar. Selama ini film animasi yang beredar di Indonesia mayoritas produksi luar negeri," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka teman sepermainan. Tanpa mementingkan latar belakang mereka, persahabatan mereka diuji dengan peristiwa Bandung Lautan Api," Ferie menjelaskan.
Proyek ini, sambung Ferie, digarap dalam waktu setahun. Tak hanya melibatkan UKM binaan, I2TB akan merangkul komunitas kreatif lainnya di Bandung. Disinggung mengenai pendanaan, Ferie berharap adanya dukungan dari pihak pemerintah daerah, BUMD dan perusahaan lokal di Jabar.
"Kita harapkan perusahaan daerah di Jabar. Selain karena ini melibatkan kumpulan komunitas dan ukm. Tema yang diangkat juga tentang peristiwa penting di Bandung," katanya.
Semangat nasionalisme juga tidak hanya ditunjukkan dengan tema film tersebut. Tapi juga dengan penggunaan software peranti terbuka open source.
"Dalam proses produksinya, kita menggunakan 'Blender'. Software open source ini selain karena kita bisa mengurangi ongkos produksi, kita juga mengkampanyekan penggunaan open source," ungkapnya.
Rencananya teaser film ini akan diputar dalam momen Indonesia ICT Award (INAICTA) pada 23 Juli dan Indonesia Open Source Award (IOSA) 28 Juli di Jakarta. Penasaran dengan film tersebut? Tunggu saja tanggal mainnya.
(afz/eno)