"Pendaftaran online baik, tapi seharusnya pemerintah barengi dengan pendaftaran manual, face to face, jangan terlalu mengandalkan teknologi," kata Arif saat berbincang dengan detikINET, Senin (5/7/2010).
Masyarakat Indonesia, lanjutnya, masih berada dalam masa peralihan dan menuju ke era teknologi. Sehingga, penggunaan teknologi secara keseluruhan harus dilakukan perlahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski bisa dibilang belum maksimal, PPDB Online tidak perlu dihilangkan tahun depan. "Bukan gagal, hanya perlu diperbaiki supaya dapat berfungsi maksimal," pendapat penasihat SMA Labs School ini.
Ia menambahkan, dalam kasus ini pemerintah seharusnya tidak hanya berpikir keunggulan teknologi tapi juga kekurangannya. "Pemerintah harus ngeh soal itu," ujar guru besar UNJ ini.
Server untuk pendaftaran online atau Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) bagi SMAN se-DKI Jakarta error saat menerima pendaftaran 1-3 Juli lalu. Akibatnya para siswa harus kembali mendaftar ulang yang dimulai pada 6-8 Juli
(ahy/eno)