Menurut Roy Rahajasa Yamin, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penerapan IPv6 di Indonesia masih jauh dari harapan. Alhasil, perlu dilakukan tindakan dan strategi yang berkesinambungan untuk mengadopsinya.
"Hal ini sebenarnya sudah dilakukan teman-teman APJII bersama dengan Kominfo yang sudah membuat Indonesia IPv6 Task Force yang kerap kali memberikan training," ujarnya, dalam pembukaan Rakernas APJII 2010 dan IPv6 Summit yang berlangsung di Hotel Padma Resort, Bali (8/6/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan mengungkapkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selalu menyambut baik dan mendukung penerapan IPv6 di Tanah Air. Sebab, semakin menipisnya blok IPv4 di dunia.
Menurut data terakhir, alokasi IPv4 saat ini tersisa sebesar 6-7% dari persediaan IPv4 seluruh dunia yang mencapai 4 miliar. Jadi saat ini sisanya blok alamat IPv4 tinggal sekitar 280 juta.
"Melihat pertumbuhan internet yang terus melonjak maka para ahli memperkirakan puncak kelangkaan IPv4 diperkirakan akan berlangsung pada 12-18 bulan ke depan," tukas Iwan, sapaan akrabnya.
"Makanya kita harus antisipasi fenomena ini. Memang kita tak terlalu bergantung kepada internet seperti Jepang dan Korea, tapi kita bisa belajar dari mereka," lanjutnya.
IPv6 sendiri merupakan protokol pengalamatan internet generasi baru yang dimaksudkan untuk menggantikan Internet Protokol versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini dan sudah hampir habis sumber dayanya.
Keberadaan IPv4 yang telah berusia sekitar 20 tahun mulai menimbulkan masalah karena jumlahnya yang terbatas dan semakin berkurang, sementara pertumbuhan dan penambahan mesin ke dalam internet semakin meningkat.
IPv4 memiliki sekitar 4 miliar alamat IP, sedang IPv6 memiliki alamat IP yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga di tiap inci permukaan bumi. Dengan makin banyaknya perangkat teknologi informasi dan telekomunikasi yang menggunakan IP, hal itu serta merta menjadikan IPv6 sebagai solusi atas keterbatasan IPv4. (ash/eno)