Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan, pemanggilan ini sebagai langkah koordinasi untuk mengambil sikap kongkret pemerintah terhadap kasus yang sudah meresahkan umat muslim tersebut.
"Karena kalau kami cuma menghimbau tanpa ada tindakan kongkret itu percuma. Seperti ketika muncul kasus film Fitna di YouTube kita juga surati mereka," ujarnya kepada detikINET, Kamis (20/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sangat hati-hati dalam mengambil langkah. Takutnya, cuma berniat untuk memblokir satu konten tersebut, tetap malah terblokir semuanya (akses Facebook-red.). Kita akan mencari langkah efektif dengan memaksimalkan target dan memiliki dampak minimum," tukas Gatot.
Pemerintah sendiri, lanjut Gatot, tidak ada maksud untuk memblokir Facebook, karena juga memiliki banyak manfaat. "Kita ingin konsentrasi ke masalah ini saja (karikatur Nabi-red.). Kita tidak ingin terlalu gegabah dan reaktif, semakin kita teriak kencang maka semakin orang penasaran. Tapi beri kesempatan bagi pemerintah untuk action," tandasnya. (ash/fw)