Alamat IP umumnya menggunakan kombinasi empat angka dari 0 sampai 255 untuk membedakan satu komputer dengan komputer lainnya. Saat ini, tercatat ada lebih dari empat miliar kombinasi angka untuk alamat IP.
Namun pertumbuhan pesat jumlah perangkat berjaringan internet akan membuat kombinasi empat angka tidak akan lagi cukup untuk membuat sebuah alamat IP. Inilah yang akan menjadi masalah di kemudian hari. Demikian keterangan yang dikutip detikINET dari Big News Networks, Rabu (19/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak seperti sistem telepon, tidak mudah hanya dengan menambahkan lebih banyak digit pada deretan angka alamat IP," kata Huston.
Konsekuensi dari masalah ini, menurut Huston, di kemudian hari akan ada banyak orang yang tidak bisa lagi melihat apapun di internet. Diperkirakan hal ini akan terjadi dalam waktu kurang lebih 500 hari lagi.
Jika itu terjadi, maka tak akan ada perangkat baru yang bisa terhubung ke internet, artinya internet akan berhenti tumbuh. Untungnya, dengan teknologi IPv6, 'kiamat' internet itu tak akan terjadi.
IPv6 merupakan sistem penomoran baru yang menggantikan sistem kombinasi empat angka yang sekarang digunakan. Bagi pengguna internet pada umumnya, perubahan dari sistem saat ini ke IPv6 tidak akan terasa. (rns/rns)