Setidaknya, kesimpulan ini mungkin berlaku di kalangan pegawai kantor di Australia berdasarkan survei yang dilakukan Australian Industry Group (AIG). Survei ini bertujuan mengukur tingkat keahlian berbahasa para pegawai kantor.
Wakil Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengaku khawatir atas terjadinya penurunan kemampuan berbahasa di kalangan pegawai terdidik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karyawan memiliki tingkat kemampuan yang memadai, tetapi mereka tidak dapat menyelesaikan beberapa tugas yang sesuai dengan standar," tambahnya.
Ketidakmampuan ini diantaranya, keahlian dalam menerapkan bahasa email yang sesuai ketika berkomunikasi antara sesama rekan kerja, atasan dan klien eksternal.
"Beberapa perusahaan bahkan melaporkan, karyawan dengan keahlian teknis tingkat tinggi, seperti insinyur, merupakan pembicara yang buruk di tempat kerja mereka," terang Gillard.
Satu dari empat perusahaan mengindikasikan mereka memiliki kekhawatiran terhadap masalah melek huruf dan angka di kalangan pegawai yang mereka pekerjakan.
Dalam laporan juga disebutkan, industri jasa yang paling terpengaruh dengan masalah ini. Sekitar 16% perusahaan jasa mengaku sangat dipengaruhi oleh penurunan keahlian bahasa dan berhitung. Selain perusahaan jasa, 7% perusahaan manufaktur dan 3% perusahaan konstruksi juga mengeluhkan hal serupa.
(rou/rou)