Yohanes Okdinon, koordinator aksi dari Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis di Indonesia mengatakan, pihak ITB diharapkan dapat bersikap terbuka. Jika mahasiswa tersebut tidak dikeluarkan dari kampus, maka mereka menuntut ITB untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat luas.
"Ini bukan berarti kita menekan pihak kampus. Tapi atas kejadian ini jelas menunjukkan bahwa institusi pendidikan gagal membangung karakter mahasiswanya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan melapor ke Polda Jabar atas kasus ini. Karena masalah SARA masuk ke dalam KUH Pidana. Dan ini kita mendapat mandat dari Majelis Rakyat Papua (MRP) agar kasus ini dituntaskan," tegas Yohanes.
Penelusuran detikINET, di beberapa blog dan forum diskusi, kasus ini telah menjadi pembicaraan hangat warga dunia maya. Akun facebook mahasiswa ITB itu saat ini sudah tidak aktif. Namun screenshot status Facebook tersebut telah beredar luas.
Sang pelaku sendiri merupakan mahasiswa jurusan Kimia ITB. Ia menuliskan kalimat bernada rasis yang menyinggung warga Papua di status Facebook-nya usai pertandingan sepakbola antara Persib versus Persipura pada 2 Mei 2010 lalu.
(ash/ash)