Dikutip detikINET dari Mashable, Senin (17/5/2010), dengan memperhitungkan sejumlah faktor, aplikasi ini akan mengukur jumlah kalori yang terbakar dalam 24 jam terakhir karena 'berkicau' di Twitter.
Contohnya, TweetCalories mencatat tweet yang memiliki rata-rata panjang enam karakter, mengasumsikan bahwa rata-rata kecepatan mengetik si pengguna sekitar 60 kata per menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan asumsi ini, pencipta aplikasi tersebut menentukan bahwa sekali mengirim tweet 140 karakter, membakar sekitar 1,03 kalori. Pengguna yang lebih aktif nge-tweet, tentunya akan membakar lebih banyak jumlah kalori.
Sayangnya, aplikasi ini tidak bisa membedakan jumlah kalori yang terbakar saat mengetik menggunakan perangkat mobile dan komputer. Perlu diingat, kendati diyakini dapat membakar kalori, kebiasaan nge-tweet tidak disarankan menjadi pilihan gaya hidup dalam beraktivitas sehat. (ash/ash)