Ya, hal ini memang tak seharusnya terjadi. Namun lantaran masih bebasnya para pelaku kriminal memanfaatkan di dalam sel kurungan, mereka masih bisa saja mengancam ketertiban masyarakat.
Menurut sebuah Lembaga Bantuan Hukum Citizens Council for Public Security Meksiko, dari 120.000 percobaan kejahatan tersebut di tahun lalu, pelaku memiliki modus beragam. Satu hal yang disorot adalah aksi pemerasan yang sering dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu, bagi mereka yang panik dapat dengan mudah termakan tipuan tersebut. Apalagi jika hal ini ada sangkut pautnya dengan nyawa anaknya sendiri.
Nah, berangkat dari penyalahgunaan penggunaan ponsel tersebut. Pemerintah Meksiko lalu memutuskan untuk mewajibkan setiap pengguna layanan seluler di negaranya untuk melakukan registrasi. Bagi yang tidak melakukannya, siap-siap saja sambungannya ponselnya diputus.
Ironisnya, ancaman dari pemerintah tersebut tak lantas diikuti oleh masyarakat. Bahkan sejak deadline pendaftaran tersebut usai, baru 73% dari 83 juta pengguna seluler di Negeri Sombrero itu yang registrasi. Sementara lainnya entah ke mana.
Jadi jika, pemerintah tetap berpegang teguh dengan ancamannya, maka dipastikan ada jutaan pengguna seluler di Meksiko yang bakal dimatikan sambungan selulernya.
Namun, dikutip detikINET dari mcclatchydc.com, Kamis (15/4/2010), para analis masih ragu dengan aksi tegas pemerintah tersebut bakal dilaksanakan. Sebab, akan berdampak sangat besar bagi kondisi bisnis dan perekonomian di Meksiko.
(ash/ash)