Hal itu dikemukakan Andi saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl. Asia Afrika, Jakarta, Kamis (25/3/2010). "Saya nggak punya Twitter, saya nggak punya Facebook. Saya sedang memikirkan, apakah itu sesuatu yang produktif atau tidak," ujarnya.
Menurut Andi, penggunaan Facebook atau Twitter oleh tokoh publik seperti dirinya harus berhati-hati. "Terkadang ada kata-kata, yang dibuat sambil melakukan segala macam, sehingga justru akhirnya menjadi persoalan," ia menjelaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
(wsh/wsh)