Prototipe teknologi yang dikembangkan Professor Tanja Shultz, dari Karlsruhe Institute of Technology ini dipamerkan pada ajang pameran teknologi CeBIT di Jerman.
Dikutip detikINET dari Telegraph, Selasa (9/3/2010), ide dikembangkannya teknologi ini berawal ketika Shultz sedang naik kereta api dan terganggu dengan suara orang yang menelepon di sebelahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari situ mulailah dia mengembangkan sebuah teknologi berbasis elektromiografi, yakni teknik untuk mendeteksi aktivitas sinyal otot.
Sinyal elektrik yang dihasilkan otot saat seseorang berbicara kemudian diteruskan ke alat yang merekam dan memperkerasnya sebelum mengirim sinyal itu ke laptop via Bluetooth. Setelah sinyal diterima laptop, sebuah software kemudian menerjemahkannya.
Prototipe yang ditampilkan saat ini memang masih terlalu besar. Nantinya teknologi ini dapat dibuat dalam versi yang lebih kecil untuk ditempatkan di dalam ponsel.
Teknologi ini juga dapat membantu orang yang kehilangan suara karena sakit atau kecelakaan untuk berbicara melalui komputer. (faw/fyk)