Hal inilah yang menjadi kekhawatiran bagi United Nations Environmental Program (UNEP). Ancaman bahaya sampah elektronik ini terutama mengintai negara-negara berkembang, yang menjadi tempat 'pembuangan' sampah bagi negara-negara maju.
"Dunia saat ini tengah menghadapi gelombang dahsyat terjangan sampah elektronik, khususnya di negara-negara berkembang yang menjadi lahan pembuangan," ujar Achim Steiner, UNEP Executive Director.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut laporan yang dilansir UNEP, jumlah sampah elektronik yang berasal dari komputer tua akan melonjak empat kali lipat di tahun 2020.
Sementara itu, detikINET dari Cellularnews, Selasa (23/2/2010), di India, sampah elektronik dari kulkas 'uzur' dapat meningkat tiga kali lipat di tahun 2020.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pertumbuhan tercepat sampah elektronik dalam beberapa tahun ini disumbang oleh piranti komunikasi seperti ponsel. Yang disayangkan, pada umumnya sampah elektronik di negara berkembang tidak ditangani secara baik. (faw/fyk)