Dilansir Telegraph dan dikutip detikINET, Selasa (26/1/2010), pelaku bernama Jade Braithwaite adalah salah satu pembunuh yang menghabisi nyawa remaja bernama Ben Kinsella. Korban ditusuk sampai tewas.
Jade dihukum seumur hidup, namun entah bagaimana, ia bisa memposting pesan Facebook. Padahal, para napi tidak diperbolehkan mengakses internet di penjara. Dan bukannya menyesal, ia seolah menantang keluarga korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga kami resah mengapa Jade bisa mengakses Facebook dari penjara. Kami terganggu oleh komentarnya di situs dan kami merasa hal itu adalah hinaan terhadap Ben," ujar Brooke, saudari korban menanggapi aksi tersebut.
Terkait protes yang terjadi, pihak Facebook akhirnya menghapus profil sang pembunuh. Sedangkan pihak penjara membantah napi mereka bisa mengakses Facebook. Sebab, mereka dilarang memakai ponsel atau menggunakan internet. (fyk/faw)